Kehamilan dan HIV

Bagaimana Bayi Tertular HIV?

HIV, virus penyebab AIDS, dapat menular dari ibu yang terinfeksi HIV ke bayinya. Tanpa upaya untuk mencegahnya, kurang-lebih 30 persen bayi dari ibu yang terinfeksi HIV menjadi tertular juga.

Bayi dilahirkan oleh ibu dengan viral load yang tinggi lebih mungkin tertular. Namun viral load yang tidak terdeteksi tidak boleh dianggap ‘aman’. Walaupun janin dalam kandungan dapat terinfeksi, sebagian besar penularan terjadi waktu melahirkan atau melalui menyusui. Bayi lebih mungkin tertular jika persalinan berlanjut lama. Selama proses kelahiran, bayi dalam keadaan berisiko tertular oleh darah ibunya.

Air susu ibu (ASI) dari ibu yang terinfeksi HIV juga mengandung virus itu. Jadi jika bayi disusui oleh ibu HIV-positif, bayi bisa tertular.

Bagaimana Penularan HIV dari Ibu-ke-Bayi Dapat Dicegah?

Ibu HIV-positif dapat mengurangi risiko bayinya tertular dengan:

pakai obat antiretroviral (ARV)
jaga proses kelahiran tetap singkat waktunya
hindari menyusui
Penggunaan ARV: Risiko penularan sangat rendah bila terapi ARV (ART) dipakai. Angka penularan hanya 1–2 persen bila ibu memakai ART. Angka ini kurang-lebih 4 persen bila ibu memakai AZT selama enam bulan terahkir kehamilannya dan bayinya diberikan AZT selama enam minggu pertama hidupnya. Lihat Lembaran Informasi (LI) 420 untuk informasi lebih lanjut mengenai AZT.

Namun jika ibu tidak memakai ARV sebelum dia mulai sakit melahirkan, ada dua cara yang dapat mengurangi separuh penularan ini.

AZT dan 3TC (LI 424) dipakai selama waktu persalinan, dan untuk ibu dan bayi selama satu minggu setelah lahir.
Satu tablet nevirapine (LI 431) pada waktu mulai sakit melahirkan, kemudian satu tablet lagi diberi pada bayi 2–3 hari setelah lahir.
Menggabungkan nevirapine dan AZT selama persalinan mengurangi penularan menjadi hanya 2 persen. Namun, resistansi terhadap nevirapine dapat muncul pada hingga 20 persen perempuan yang memakai satu tablet waktu hamil. Hal ini mengurangi keberhasilan ART yang dipakai kemudian oleh ibu. Resistansi ini juga dapat disebarkan pada bayi waktu menyusui. Walaupun begitu, terapi jangka pendek ini lebih terjangkau di negara berkembang.

Menjaga proses kelahiran tetap singkat waktunya: Semakin lama proses kelahiran, semakin besar risiko penularan. Bila si ibu memakai AZT dan mempunyai viral load di bawah 1000, risiko hampir nol. Ibu dengan viral load tinggi dapat mengurangi risiko dengan memakai bedah Sesar.

Menghindari menyusui: Kurang-lebih 14 persen bayi terinfeksi HIV melalui ASI yang terinfeksi. Risiko ini dapat dihindari jika bayinya diberi pengganti ASI (PASI, atau formula).

Namun jika PASI tidak diberi secara benar, risiko lain pada bayinya menjadi semakin tinggi. Jika formula tidak bisa dilarut dengan air bersih, atau masalah biaya menyebabkan jumlah formula yang diberikan tidak cukup, lebih baik bayi disusui.

Yang terburuk adalah campuran ASI dan PASI. Mungkin cara paling cocok untuk sebagian besar ibu di Indonesia adalah menyusui secara eksklusif (tidak campur dengan PASI) selama 3-4 bulan pertama, kemudian diganti dengan formula secara eksklusif (tidak campur dengan ASI).

Bagaimana Kita Tahu Jika Bayi Terinfeksi?

Jika dites HIV, sebagian besar bayi yang dilahirkan oleh ibu HIV-positif menunjukkan hasil positif. Ini berarti ada antibodi terhadap HIV dalam darahnya (lihat LI 102 untuk informasi lebih lanjut tentang tes HIV). Namun bayi menerima antibodi dari ibunya, agar melindunginya sehingga sistem kekebalan tubuhnya terbentuk penuh. Jadi hasil tes positif pada awal hidup bukan berarti si bayi terinfeksi.

Jika bayi ternyata terinfeksi, sistem kekebalan tubuhnya akan membentuk antibodi terhadap HIV, dan tes HIV akan terus-menerus menunjukkan hasil positif. Jika bayi tidak terinfeksi, antibodi dari ibu akan hilang sehingga hasil tes menjadi negatif setelah kurang-lebih 6-12 bulan.

Sebuah tes lain, serupa dengan tes viral load (lihat LI 413) dapat dipakai untuk menentukan apakah bayi terinfeksi, biasanya beberapa minggu setelah lahir. Tes ini, yang mencari virus bukan antibodi, saat ini hanya tersedia di Jakarta, dan harganya cukup mahal.

Bagaimana Mengenai Kesehatan Ibu?

Penelitian baru menunjukkan bahwa perempuan HIV-positif yang hamil tidak menjadi lebih sakit dibandingkan yang tidak hamil. Ini berarti menjadi hamil tidak mempengaruhi kesehatan perempuan HIV-positif.

Namun, terapi jangka pendek untuk mencegah penularan pada bayi bukan pilihan terbaik untuk kesehatan ibu. ART adalah pengobatan baku. Jika seorang perempuan hamil hanya memakai obat waktu persalinan, kemungkinan virus dalam tubuhnya akan menjadi resistan terhadap obat tersebut. Hal ini dapat menyebabkan masalah untuk pengobatan lanjutannya. Lihat LI 414 untuk informasi lebih lanjut tentang resistansi.

Seorang ibu hamil sebaiknya mempertimbangkan semua masalah yang mungkin terjadi terkait ART:

Jangan memakai ddI (LI 422) bersama dengan d4T (LI 423) dalam ART-nya karena kombinasi ini dapat menimbulkan asidosis laktik dengan angka tinggi.
Jangan memakai efavirenz atau indinavir selama kehamilan.
Bila CD4-nya lebih dari 250, jangan mulai memakai nevirapine.
Beberapa dokter mengusulkan perempuan berhenti pengobatannya pada triwulan pertama kehamilan. Ada dua alasan:

Risiko dosis dilewatkan akibat mual dan muntah selama awal kehamilan, dengan risiko mengembangkan resistansi terhadap obat yang dipakai.
Risiko obat mengakibatkan anak cacat lahir, yang tertinggi pada triwulan pertama. Tidak ada bukti terjadi cacat lahir, selain dengan efavirenz (LI 432).
Para ahli tidak sepakat apakah penggunaan ART menimbulkan risiko lebih tinggi terhadp lahir dini atau bayi lahir dengan berat badan rendah.
Jika kita HIV-positif dan hamil, atau ingin jadi hamil, sebaiknya kita bicara dengan dokter tentang pilihan menjagakan kesehatan sendiri, dan mengurangi risiko bayi kita terinfeksi HIV atau cacat lahir.

KB Dengan Pil, Siapa Takut?

Studi yang dilakukan Rosenberg M Waugh pada 1998 menunjukkan sebanyak 25% perempuan di dunia berhenti memakai pil KB karena takut gemuk, takut menimbulkan jerawat. Selain itu, dapat menyebabkan gangguan pembekuan darah dan kanker, serta tidak melindungi dirinya dari penularan virus HIV/AIDS, sehingga memperkuat sebagian perempuan takut memilih kontrasepsi pil. “Padahal kalau digunakan secara teratur, pil KB bukan cuma mencegah kehamilan, tetapi mampu memberikan dan mencegah terhadap penyakit radang pinggul, dan perlindungan terhadap kehamilan di luar rahim,” jelas Prof dr Biran Affandi ahli perencanaan keluarga berencana dan kesehatan reproduksi, dalam jumpa pers di Jakarta. (Media Indonesia, 4/1/05)

Bayi Kembar Siam Lahir Kritis

Bayi kembar siam dempet dada hingga perut (trorax abdominal phanus) lahir di Rumah Sakit Sanglah, Denpasar. Kondisi bayi ini masih kritis karena salah satunya mengalami kematian otak (brain damage). Secara kardiovaskuler ia masih hidup. Itu dimungkinkan karena bayi mendapat suplai dari saudaranya. “Karena itulah kami belum bisa mengatakan bayi pertama meninggal. Karena secara biologis belum menunjukan tanda-tanda meninggal. Tapi dari pemeriksaan dan evaluasi, ia sudah mengalami kematian pada otaknya,” ujar staf pelayanan medik di Rumah Sakit Sanglah dr Ken Wirasandhi di Bali. (Sinar Harapan, 19/1/06)

Kembar Siam “Phygopagus” Berhasil Dipisahkan

Sikembar Muthi dan Maiza Fauziah Prameswari, setelah berhasil dipisahkan, kondisi kedua bayi semakin membaik. Di hari ketiga pasca operasi, Muthi dan Maisa telah bisa minum. Dokter memperkirakan, bila kondisi itu terus membaik, mereka bisa diperlakukan seperti bayi normal. Namun, orang tua bayi mengeluh soal dana operasi. “Begitu mendengar bahwa dana yang diperlukan untuk memisahkan bayi kami mencapai Rp 3 miliar, saya langsung tahu bahwa kami tidak akan mampu,” kata Aam Muharram, ayah bayi di sela-sela syukuran keberhasilan operasi di Rumah Sakit Pondok indah, Jakarta. (Suara Pembaruan, 4/2/06)

Kretin Akibat Kekurangan Yodium

Magelang-Banyak bayi lahir menjadi kretin (kerdil) dan yang dewasa mengidap gondok. Pada anak kretin, terlihat indeks IQ-nya bisa dipastikan di bawah 50 dari nilai indeks normal 100. Anak kretin, cirinya akan terlihat pada wajah mereka, umumnya kelopak matanya akan menjadi kubil, hidung peset, dan bibir tebal. Anak-anak kretin juga terbelakang mental dan sulit berbicara. Sementara, pada ibu yang mengidap gondok, bisa dipastikan anak yang dilahirkan pun akan kretin. Maka dapat dipastikan kretin karena kurangnya yodium. “Kandungan yodium dalam tanah dan air yang ada di Kabupaten Magelang ini nol. Dengan topografi seperti mangkok karena dikelilingi dengan pengunungan, membuat mineral cepat larut ke dataran yang lebih rendah,” ujar Rudy AN, Seksi Gizi di Bidang Kesehatan Keluarga, di Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang. (Kompas, 10/2/06)

JeNis-jEniS kECaCaTAn pd BaYi

Kecacatan bayi dilabelkan sebagai keabnormalan yang mungkin dikesan semasa di dalam kandungan lagi, mahupun semasa kelahiran.

Kebanyakan kecacatan yang melibatkan mana-mana organ janin berlaku semasa tumbesaran berada di peringkat tiga bulan.

Ada yang membawa kepada kematian semasa masih dalam kandungan. Ada yang dilahirkan memerlukan kaedah perawatan perubatan termasuk pembedahan untuk membaik pulih keabnormalan tersebut.

Dengan perawatan khusus, ada bayi yang membesar normal manakala selebihnya perlu menjalani ujian lanjutan seperti keabnormalan jantung dan kecacatan pendengaran.

Di Hospital Universiti Sains Malaysia, Jabatan Perbidanan dengan kerjasama Jabatan Otorinolaringologi memeriksa setiap pendengaran bayi yang dilahirkan, supaya kecacatan bayi dapat dikesan sebelum terlambat, jika ada.

Jenis-jenis keabnormalan atau kecacatan

- Kecacatan fizikal atau struktur

Melibatkan kehilangan sebahagian daripada bahagian badan ataupun kelainan struktur luaran contohnya kecacatan jantung ataupun kecacatan kaki seperti Clubfoot. Lain-lain yang lazim termasuklah kecacatan tiub neural, spina bifida dan anensefali.

- Genetik atau kecacatan kekeluargaan

Berpunca daripada kesilapan gen yang diwarisi, mungkin juga disebabkan oleh kesilapan, kehilangan dan pertambahan bilangan kromosom atau gabungan pelbagai faktor.

- Pendedahan terhadap infeksi dan agen-agen bahan kimia berbahaya

Ubat-ubatan yang diambil mungkin akan mempengaruhi tumbesaran dan seterusnya menyebabkan kecacatan. Minuman beralkohol boleh memudaratkan. Pendedahan terhadap raksa, plumbum dan radiasi turut memberikan kesan negatif terhadap janin.

Keganjilan kromosom berlaku semasa peringkat persenyawaan di antara telur dan sperma. Makin berusia seseorang itu, makin tinggi kebarangkalian untuk mendapat keganjilan kromosom. Sindrom Down merupakan salah satu contoh.

Penglibatan kepelbagaian faktor terhasil dari interaksi di antara gen ibu bapa serta persekitaran yang membabitkan tumbesaran janin. Penyebabnya samar. Contoh keabnormalan adalah kecacatan dinding abdomen bayi, pembentukan lelangit dan bibir yang cacat serta Clubfoot.

- Langkah-langkah pencegahan

Ramai ibu hanya bersedia untuk melahirkan bayi mereka namun tidak ramai yang menyediakan diri mereka sebelum mengandung. Peringkat persediaan sebelum mengandung inilah yang kritikal untuk tumbesaran seterusnya mungkin dapat menghindarkan keabnormalan.

Kesihatan diri perlu diutamakan. Jumpalah doktor untuk pertanyaan yang melibatkan apa-apa yang berkaitan seperti pendedahan terhadap bahan kimia serta persekitaran tempat kerja. Ubat-ubatan yang lazim digunakan mungkin berbahaya untuk janin yang dikandung.

Penyakit-penyakit seperti kencing manis, darah tinggi, tiroid, sawan dan sebagainya perlu mendapat perhatian doktor sebelum keputusan mengandung dipersetujui suami isteri. Penyakit-penyakit ini seandainya tidak dioptimumkan perawatannya boleh disabitkan dengan kecacatan bayi.

- Asid folik

Mengambil suplemen atau makanan yang mengandungi asid folik sebelum mengandung dan seterusnya semasa peringkat awal usia kehamilan, boleh membantu mencegah keabnormalan tiub neural.

Zat ini diperlukan untuk tumbesaran tiub neural secara normal, lazimnya keperluan ini intim sebelum sempat si ibu tahu yang beliau mengandung. Lebih awal ibu-ibu datang ke klinik pemeriksaan mengandung, lagi berkesan penjagaan kesihatannya.

Harus diingat bahawa risiko janin yang dikandung meningkat sekiranya ibu-ibu pernah melahirkan anak yang cacat. Jadi asid folik perlu diambil dengan dos yang lebih tinggi.

Pengambilan lain-lain jenis vitamin perlu diberikan perhatian kerana pelbagai jenis vitamin dengan berlebihan dos boleh memudaratkan bukan sahaja diri sendiri tetapi juga kandungan.

Vitamin A berlebihan misalnya, boleh memudaratkan. Semasa mengandung ia tidak boleh diambil melebihi 5,000 unit antarabangsa.

- Alkohol dan ubat-ubatan lain

Tiada jumlah selamat banyak mana alkohol boleh diminum semasa mengandung. Sebaik-baiknya ia dihindarkan sama sekali kerana ia boleh menyebabkan kecacatan mental, kecacatan jantung, anggota badan dan sendi.

Banyak ubat-ubatan memberikan kesan pada janin dan tidak banyak kajian dibuat terhadap ubat-ubatan di pasaran terhadap janin yang dikandung. Ibu-ibu mestilah memberitahu doktor, doktor gigi dan ahli farmasi jika anda rasa anda mengandung, sekalipun ubat-ubatan tersebut menjadi satu kebiasaan bagi mereka yang tidak mengandung.

- Infeksi

Infeksi viral yang lazim dihidapi oleh bayi yang baru dilahirkan adalah sitomegalovirus. Kebanyakan kes tidak memudaratkan tetapi bagi kes-kes serius, kecacatannya berbentuk terencat akal, pekak dan hilang penglihatan.

Risiko pada bayi meningkat sekiranya si ibu mendapat penyakit viral kali pertama ketika mengandung. Ujian makmal boleh menentukan sama ada si ibu pernah terdedah pada infeksi.

Kaedah terbaik menghindari infeksi ini ialah dengan mencuci tangan, terutamanya jika ada menyentuh individu yang telah dijangkiti oleh virus ini.

Penyakit tularan seksual juga boleh mengancam janin. Infeksi herpes dan sifilis boleh mendatangkan kebutaan dan kematian.

Klinik ibu mengandung akan menjalankan ujian saringan sifilis, hepatitis dan HIV untuk semua ibu mengandung. Sekiranya status anda tidak diketahui, eloklah berbincang dengan klinik di tempat pemeriksaan mengandung masing-masing.

- Faktor-faktor lain

banyak ikan di laut yang terdedah pada paras raksa yang tinggi seperti ikan yu dan perlu dielakkan. Pakar pemakanan di hospital boleh memberitahu dengan lanjut jenis-jenis ikan di Malaysia yang harus dikecilkan pengambilannya. Biasanya had pengambilan dibenarkan sebanyak 12 aun seminggu.

Selain itu, radiasi yang tinggi dalam perawatan kanser adalah berbahaya untuk janin. Dalam ujian harian biasa, dos yang digunakan tidak tinggi. Walau bagaimanapun, ibu-ibu dinasihatkan memberitahu kakitangan bertugas sekiranya anda disyaki mengandung.

Risiko-risiko lain yang mungkin berperanan

- Berumur 35 tahun atau lebih semasa mengandung

- Mempunyai sejarah lampau kecacatan bayi ataupun sejarah keluarga terdekat

- Ibu-ibu itu sendiri mempunyai kecacatan atau keabnormalan dan khuatir akan faktor genetik kekeluargaan terhadap bayi nanti

- Menggunakan ubat-ubatan tertentu semasa peringkat awal mengandung

- Mempunyai penyakit kencing manis sebelum mengandung.

Usah risau. Banyak keabnormalan berlaku walaupun keluarga mahupun ayah dan ibu tidak langsung mempunyai sejarah kecacatan tersebut. Kaunseling dan ujian lanjutan mungkin diperlukan sekiranya sejarah kesihatan keluarga mencurigakan.

Ujian-ujian saringan

Ujian saringan dilakukan untuk mencari petanda yang janin mungkin menghidapi penyakit keturunan. Tidak ada satu ujian tunggal yang dapat mencari kesemua keabnormalan serta kecacatan janin di dalam kandungan.

Ujian yang dijalankan tidak mempunyai ketepatan jitu 100 peratus. Keabnormalan mungkin berlaku walaupun ujian saringannya normal, begitu jugalah sebaliknya. Kaunselor genetik dapat menerangkan maksud setiap ujian serta ketepatan hasil ujiannya.

- Ujian saringan pembawa

Menentukan sama ada pasangan membawa gen yang rosak yang boleh mengakibatkan penyakit-penyakit tertentu. Contoh darah ataupun air liur akan diambil, boleh dijalankan sebelum, semasa mahupun selepas mengandung.

Contoh penyakit berkaitan adalah seperti hemofilia, Huntington’s, distropi muskular duchenne dan lain-lain.

Terserah kepada ibu-ibu sama ada bersetuju untuk disaring atau tidak. Seandainya ujian mendapati anda adalah seorang pembawa genetik, selanjutnya suami pula akan diperiksa. Kalau kedua-duanya pembawa, kaunselor genetik akan berbincang lebih lanjut dengan pasangan tersebut untuk menerangkan risiko yang mungkin dihadapi janin.

- Ujian ultrasound

Ultrasound boleh dijalankan pada bila-bila masa semasa mengandung. Perlu diingatkan bahawa saringan ultrasound ini bergantung pada tempoh latihan seseorang doktor, jenis kepakaran dan juga kecanggihan teknologi mesin itu sendiri.

Ultrasound boleh menampakkan struktur dan organ-organ janin, umur janin, seandainya bilangan janin melebihi daripada satu, tumbesaran janin, kedudukan plasenta dan denyut jantung janin.

Jika ujian ultrasound menampakkan sesuatu yang luar dari kebiasaan, ujian ultrasound lanjutan secara spesifik akan dirujuk. Di hospital USM, ultrasound teknologi terkini 4D digunakan.

- Ujian darah si ibu

Ujian saringan darah ibu dijalankan untuk menentukan secara am sama ada janin puan berisiko terhadap penyakit seperti kecacatan tiub neural, kecacatan dinding abdomen, sindrom Down ataupun trisomi 18. Jika ibu-ibu sudah pun berisiko dengan seorang bayi berpenyakit tadi, ujian lebih khusus akan dijalankan.

- Ujian saringan trimester pertama

Ujian ini dilakukan semasa kandungan berusia di antara 10 hingga 14 minggu. Biasanya, kombinasi ujian ultrasound saringan nuchal translucency dan ujian darah dilakukan untuk mengandaikan sindrom Down, trisomi 18 dan kecacatan jantung.

a) Pemeriksaan terperinci ultrasound. Ekokardiogram janin juga dijalankan untuk melihat jantung janin

b) Pensampelan vilus korionik (CVS) – ujian ini mengambil contoh tisu pada plasenta iaitu pada vilus yang mempunyai urutan genetik yang sama dengan janin.

c) Amniocentesis – sel-sel janin daripada cecair amniotik dikaji untuk menentukan keabnormalan genetik kekeluargaan dan juga kromosom. Ujian alfafetoprotein juga dapat menentukan sama ada janin mempunyai kecacatan tiub neural.

d) Pensampelan darah janin – juga dikenali sebagai kordosintisis di mana darah ujian ini diambil dari vena tali pusat. Lazim dibuat apabila keputusan ultrasound, CVS atau amniosentesis tidak meyakinkan.

MoLaHiDaTiDoSA

Hamil anggur atau Mola hidatidosa adalah kehamilan abnormal berupa tumor jinak yang terjadi sebagai akibat kegagalan pembentukan “bakal janin”, sehingga terbentuk jaringan permukaan membran (vili) mirip gerombolan buah anggur.Tumor jinak mirip anggur tersebut asalnya dari trofoblas, yakni sel bagian tepi ovum atau sel telur, yang telah dibuahi, yang nantinya melekat di dinding rahim dan menjadi plasenta (tembuni) serta membran yang memberi makan hasil pembuahan.

Bagaimana terjadinya ?
Hamil anggur atau Mola hidatidosa dapat terjadi karena:

  • Tidak adanya buah kehamilan (agenesis) atau adanya perubahan (degenerasi) sistem aliran darah terhadap buah kehamilan, pada usia kehamilan minggu ke 3 sampai minggu ke 4.
  • Aliran (sirkulasi) darah yang terus berlangsung tanpa bakal janin, akibatnya terjadi peningkatan produksi cairan sel trofoblas (bagian tepi sel telur yang telah dibuahi) .
  • Kelainan substansi kromosom (kromatin) seks.

Ingat ya, yang di atas ini adalah perjalanan penyakit (dalam bahasa medis disebut patofisiologi)

P e n y e b a b
Penyebab pasti belum diketahui, tetapi diduga pencetusnya antara lain kekurangan gizi dan gangguan peredaran darah rahim (dr.Etisa Adi Murbawani)

G e j a l a
Layaknya orang hamil, tanda awal persis kehamilan biasa, misalnya terlambat haid, keluhan mual, muntah. Hanya saja keluhan tersebut lebih hebat. Jika diperiksa tes kehamilan, hasilnya positif juga.
Tapi bukan berarti kalo muntah-muntah hebat sampai lemes lantas tergopoh-gopoh takut bahwa itu hamil Anggur. Masih ada tanda lain dan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosa.

Selain gejala umum di atas, tanda-tanda lain diantaranya:

  • Tidak ada tanda-tanda gerakan janin
  • Rahim nampak lebih besar dari umur kehamilan, misalnya terlambat 2 bulan, rahim nampak seperti hamil 4 bulan
  • Keluar gelembung cairan mirip buah anggur bersamaan dengan perdarahan

Pemeriksaan penunjang
Pada pemeriksaan radiologis atau rontgen, tidak terlihat gambaran tulang janin. Yang nampak justru gambaran mirip sarang lebah (honeycomb) atau gambaran mirip badai salju (snow storm)
Demikian pula pada pemeriksaan USG (ultrasonografi), ditemukan gambaran mirip badai salju, tidak adanya gambaran yang menunjukkan denyut jantung janin.
Pemeriksaan lain adalah dengan patologi anatomi, yakni pemeriksaan mikroskopis gelembung cairan mirip anggur.
Pemeriksaan penting lainnya, pengukuran kadar hormon korionik gonadotropin (HCG), yakni hormon untuk mengidentifikasi kehamilan. Pada Hamil Anggur kadar hormon ini (HCG) meningkat lebih tinggi dari kadar kehamilan normal.

Pengobatan
Pada dasarnya mola (hamil anggur) adalah tumor jinak, namun dapat berkembang menjadi ganas, kemungkinan menjadi ganas sekitar 20%.

Prinsip penatalaksanaan adalah:

  • Pengeluaran mola (evakuasi). Pada wanita subur dan masih menginginkan anak, dapat dilakukan kuret atau kuret hisap. Kuret ulangan dilakukan sekitar seminggu setelah kuret pertama, untuk memastikan bahwa rahim benar-benar sudah bersih. Sedangkan bagi wanita usia lanjut atau yang sudah tidak menginginkan tambahan anak, dilakukan pengangkatan rahim (histerektomi)
  • Follow up, yakni pengawasan lanjutan untuk monitor dan evaluasi pasca evakuasi. Langkah pengawasan dilakukan secara klinis, laboratorium dan radiologis. Pengawasan lanjutan dengan pemeriksaan kadar HCG. Pemeriksaan ini dilakukan 1 minggu sekali sampai kadar HCG menjadi negatif. Setelah itu masih diperiksa sampai tiga minggu berturut-turut kadar HCG tetap negatif.
    Selanjutnya masih diperiksa setidaknya sebulan sekali selama 6 bulan.
    Jika ternyata pemeriksaan HCG tidak sesuai harapan, atau dengan kata lain kadarnya tetap atau malah naik, perlu diberikan obat kemoterapi.
    Cara pengawasan lain dengan pemeriksaan radiologis, dilakukan 6 bulan sekali.

Kapan boleh hamil lagi ?
Pada dasarnya penderita mola dianjurkan tidak hamil sampai pengawasan lengkap selesai dilakukan. (Sydney Gynaecological Oncology Group)
Bagi wanita yang belum punya anak, dianjurkan memakai alat kontrasepsi untuk menunda kehamilan selama 1 tahun, dan bagi yang sudah punya anak dianjurkan tidak hamil selama 2 tahun.

Angka kejadian
Berdasarkan referensi, angka kejadian mola ( hamil anggur) bervariasi.
Wanita asia umumnya memiliki kecenderungan lebih tinggi, yakni 1 dari 80-120 kehamilan, sedangkan wanita eropa 1 dari 1500-2000 kehamilan.

So, langkah bijak adalah kontrol teratur selama hamil. Bukan saja karena mola, namun untuk memastikan kehamilan tetap tumbuh normal, dan dapat diketahui secara dini bila menunjukkan adanya kelainan.
Semoga bermanfaat.

IBU HAMIL DENGAN RESTI

Apakah yang dimaksud Ibu hamil dengan risiko tinggi ?
Yaitu Ibu Hamil yang mengalami risiko atau bahaya yang lebih besar pada waktu kehamilan maupun persalinan, bila dibandingkan dengan Ibu Hamil yang normal.

Siapakah yang termasuk Ibu Hamil dengan Risiko Tinggi ?
- Ibu dengan tinggi badan kurang dari 145 cm.
- Bentuk panggul ibu yang tidak normal.
- Badan Ibu kurus pucat.
- Umur Ibu kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun
- Jumlah anak lebih dari 4 orang.
- Jarak kelahiran anak kurang dari 2 tahun.
- Adanya kesulitan pada kehamilan atau persalinan yang lalu.
- Sering terjadi keguguran sebelumnya.
- Kepala pusing hebat.
- Kaki bengkak.
- Perdarahan pada waktu hamil.
- Keluar air ketuban pada waktu hamil.
- Batuk-batuk lama.

Bahaya apa saja yang dapat ditimbulkan akibat Ibu hamil dengan risiko tinggi ?
- Bayi lahir belum cukup bulan.
- Bayi lahir dengan berat kahir rendah (BBLR).
- Keguguran (abortus).
- Persalinan tidak lancar / macet.
- Perdarahan sebelum dan sesudah persalinan.
- Janin mati dalam kandungan.
- Ibu hamil / bersalin meninggal dunia.
- Keracunan kehamilan/kejang-kejang.

Apakah kehamilan risiko tinggi dapat dicegah ?
Kehamilan risiko tinggi dapat dicegah bila gejalanya ditemukan sedini mungkin sehingga dapat dilakukan tindakan perbaikinya.

Bagaimana pencegahan kehamilan risiko tinggi dapat dilakukan ?
- Dengan memeriksakan kehamilan sedini mungkin dan teratur ke Posyandu, Puskesmas, Rumah Sakit, paling sedikit 4 kali selama masa kehamilan.
- Dengan mendapatkan imunisasi TT 2X.
- Bila ditemukan kelainan risiko tinggi pemeriksaan harus lebih sering dan lebih intensif.
- Makan makanan yang bergizi yaitu memenuhi 4 sehat 5 sempurna.

Apa yang dapat dilakukan seorang Ibu untuk menghindari bahaya kehamilan risiko tinggi ?
- Dengan mengenal tanda-tanda kehamilan risiko tinggi.
- Segera ke Posyandu, Puskesmas atau Rumah Sakit terdekat bila ditemukan tanda-tanda kehamilan risiko tinggi.

SIFILIS pd JANIN

Sifilis atau raja singa merupakan PHS yang sadis karena dapat menyerang hampir semua organ tubuh termasuk jantung dan susunan syaraf otak. Korbannya dari orang dewasa, bayi sampai janin dalam rahim seorang ibu. Janin dari ibu penderita sifilis dapat tertulari sehingga berakibat keguguran,lahir mati atau lahir hidup dengan gejala atau baru gejala dikemudian hari.

Sifilis laten sering tidak bergejala dan untuk mengetahuinya perlu pemerikasan darah.

Infeksi sifilis diawali dengan timbulnya benjolan kenyal yang tidak terasa sakit. Pada stadium berikutnya terjadi pembesaran limfe dan timbul nyeri otot sendi pada malam hari dan bila tidak diindahkan bisa timbul kelainan jantung dan susunan saraf otak.