KONSELING KELUARGA MANDIRI SADAR GIZI

Kriteria Keluarga mandiri Sadar Gizi
Biasa makan beraneka ragam makanan.
Selalu memantau kesehatan dan pertumbuhan anggota keluarganya (menimbang berat badan), khususnya balita dan ibu hamil.
Biasa menggunakan garam beryodium
Memberi dukungan kepada ibu melahirkan agar memberikan ASI saja pada bayi sampai umur 4 bulan.
Biasa makan pagi.
Keluarga dikatakan kadarzi, bila dapat melaksanakan seluruh perilaku tersebut. Bila salah satu perilaku belum dapat dilaksanakan, maka keluarga tersebut belum Kadarzi.

Yang perlu disampaikan agar keluarga biasa makan beraneka ragam makanan
Pengertian aneka ragam makanan yaitu :
Makan 2-3 kali sehari yang terdiri dari 4 macam kelompok bahan makanan. Dari tiap kelompok bahan makanan dan jenis yang dikonsumsi, maka makin banyak jenisnya makin baik. Adapun 4 kelompok bahan makanan tersebut adalah :
Makanan pokok, sebagai sumber zat tenaga : beras, jagung, ubi, singkong, mie, dan lain-lain.
Lauk pauk, sebagai sumber zat pembangun : ikan, telur, ayam, daging, tempe, kacang-kacangan, tahu, dll.
Sayuran dan buah-buahan, sebagai sumber zat pengatur : bayam, kangkung, wortel, buncis, kacang panjang, sawi, daun singkong, daun katuk, pepaya, pisang, jeruk, semangka, nanas dan lain-lain.
Manfaat makan aneka ragam makanan, yaitu : Untuk melengkapi zat-zat gizi yang diperlukan oleh tubuh agar dapat melakukan pekerjaan sehari-hari dan terhindar dari penyakit kekurangan gizi.
Akibat tidak makan aneka ragam makanan, yaitu : Tubuh kekurangan zat gizi tertentu dan lebih mudah terserang penyakit dan khusus balita pertumbuhan dan kecerdasannya terganggu.
Tindakan yang perlu dilakukan bila keluarga belum makan aneka ragam makanan, yaitu :
Jelaskan tentang pentingnya makan aneka ragam makanan pada kesehatan, pertumbuhan dan kecerdasan.
Memanfaatkan pekarangan disekitar rumah dengan menanam tanaman, beternak ayam, bebek, ikan dan lain-lain agar dimakan oleh anggota keluarga dan hasil pekarangan juga dapat dijual untuk menambah penghasilan keluarga.
Mengupayakan bantuan dari sektor pertanian, untuk mengusahakan penggunaan lahan pertanian secara gotong royong bagi keluarga yang tidak mempunyai pekarangan.
Anjurkan ibu untuk masak aneka ragam dengan menu yang disukai oleh anggota keluarga.
Nikmatilah aneka ragam makanan yang tersedia.
Yang perlu disampaikan pada keluarga agar memantau pertumbuhan dan perkembangan kesehatan anggota keluarganya.
Pengertian pertumbuhan, yaitu bertambahnya ukuran fisik dari waktu ke waktu.
Pengertian perkembangan, yaitu bertambahnya fungsi tubuh seperti pendengaran, penglihatan, kecerdasan dan tanggung jawab.
Pengertian memantau pertumbuhan dan perkembangan kesehatan, yaitu : mengikuti perkembangan kesehatan dan pertumbuhan anggota keluarga, terutama bayi, balita dan ibu hamil.
Kegunaan memantau kesehatan dan pertumbuhan yaitu : a. Mengetahui pertumbuhan dan perkembangan bayi dan anak balita. b. Mencegah memburuknya keadaan gizi c. Mengetahui kesehatan ibu hamil dan perkembangan janin, mencegah ibu melahirkan Bayi dengan berat badan lahir rendah dan terjadinya perdarahan pada saat melahirkan. d. Mengetahui kesehatan anggota keluarga dewasa dan usia lanjut.
Akibat bila tidak memantau kesehatan dan pertumbuhan anggota keluarga, yaitu : ¨ Tidak mengetahui perkembangan pertumbuhan bayi, anak balita dan janin secara normal. ¨ Tidak mengetahui adanya gejala penyakit pada bayi, anak balita, dan ibu hamil, misalnya kekurangan zat gizi, kegemukan, gangguan pertumbuhan janin dan gangguan kesehatan lain.
Tindakan yang perlu dilakukan oleh masyarakat:
Bila keluarga belum memantau kesehatan dan pertumbuhan anggota keluarganya:
Anjurkan kepada anggota keluarga/ibu menimbang bayi dan anak balitanya setiap bulan ke Posyandu. Bila berat badan anak turun atau tidak naik, maka anjurkan orang tua/ibu untuk memeriksakan anaknya ke Petugas kesehatan di meja 5 Posyandu atau Puskesmas terdekat.
Anjurkan kepada ibu hamil untuk memeriksakan kehamilannya sesegera mungkin ke petugas kesehatan secara teratur, paling sedikit 4 kali selama masa kehamilan. Bila ibu hamil terlihat kurus, maka anjurkan ibu tersebut untuk makan 1-2 piring lebih banyak dari biasanya, dan minum tablet tambah darah setiap hari 1 tablet, sedikitnya 90 tablet selama masa kehamilan. Selain minum tablet tambah darah, ibu dianjurkan makan-makanan sumber zat besi seperti : ikan, telur, tempe, kacang-kacangan, sayur-sayuran dan buah-buahan.
Bagaimana cara menemukan balita gizi buruk? Penemuan kasus balita gizi buruk dapat dimulai dari:
Keluarga : melihat anak semakin kurus.
Posyandu : penimbangan bulanan di Posyandu
Penanggulangan masalah gizi tingkat keluarga:
Ibu membawa anak untuk ditimbang di Posyandu secara teratur
Ibu memberikan hanya ASI kepada bayi usia 0 – 4 bulan
Ibu tetap memberikan ASI kepada anak sampai usia 2 tahun
Ibu memberikan MP-ASI sesuai usia dan kondisi kesehatana anak.
Ibu memberikan makanan beraneka ragam bagi anggota keluaraga lainnya.
Ibu memberitahukan pada petugas kesehatan/kader bila anak balita mengalami sakit atau gangguan pertumbuhan.
Penanggulangan masalah gizi tingkat Posyandu:
Kader melakukan penimbangan balita setiap bulan di Posyandu serta mencatat hasil penimbangan pada KMS.
Kader memberikan nasehat padaorang tua balita untuk memberikan hanya ASI kepada bayi usia 0 – 4 bulan dan tetap memberikan ASI sampai anak usia 2 tahun.
Kader memberikan penyuluhan MP-ASI sesuai dengan usia anak serta makanan beraneka ragam untuk anggota keluarga lainnya.
Bagi anaka dengan berat badan tidak naik (“T”) diberikan penyuluhan gizi dan PMT Penyuluhan.
Kader memberikan PMT Pemulihan bagi balita dengan “3T” dan “BGM” (Bawah Garis Merah).
Kader merujuk balita ke Puskesmas bila ditemukan gizi buruk dan penyakit penyerta lain.
Kader melakukan kunjungan rumah untuk memantau perkembangan kesehatan balita.
Hal-hal lain yang perlu diketahui keluarga mengenai pertumbuhan bayi dan balitanya:
(BGM) : yaitu bila berat badan bayi / balita berada di bawah Garis merah pada KMS. Ini berarti bayi / balita tersebut mengalami gangguan pertumbuhan dan perlu perhatian khusus.
Gizi Buruk adalah keadaan kurang gizi yang disebabkan oleh rendahnya konsumsi energi dan protein dalam makanan sehari-hari sehingga secara klinis terdapat dalam 3 tipe yaitu Kwashiorkor, Marasmus, dan Marasmus-Kwashiorkor.
Tanda-tanda Kwashiorkor:
Edema umumnya diseluruh tubuh dan terutama pada punggung kaki.
Wajah membulat dan sembab
Pandangan mata anak sayu.
Perubahan status mental: cengeng, rewel, kadang apatis.
Rambut berwarna pirang, kusam dan mudah dicabut.
Otot-otot mengecil, lebih nyata apabila diperiksa pada posisi berdiri dan duduk.
Gangguan kulit berupa bercak merah coklat yang meluas dan berubah menjadi hitam terkelupas.
Anak sering menolak segala jenis makanan (anoreksia)
Sering disertai infeksi, anemia dan diare/mencret.
Tanda-tanda Marasmus:
Anak tampak sangat kurus, tinggal tulang terbungkus kulit.
Wajah seperti orang tua.
Cengeng, rewel.
Perut cekung.
Kulit keriput.
Sering disertai diare kronik atau susah buang air besar.

Tanda-tanda Marasmic-Kwashiorkor:
Merupakan gabungan tanda-tanda kedua jenis tersebut diatas.

Yang perlu disampaikan pada keluarga agar menggunakan/ masak dengan garam beryodium.
Pengertian garam beryodium, yaitu : garam yang telah ditambah zat yodium yang diperlukan oleh tubuh. Pada kemasan biasa ditulis “garam beryodium”.
Kegunaan garam beryodium, yaitu : mencegah terjadinya penyakit Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY).
Akibat tidak menggunakan /masak dengan garam beryodium, yaitu terjadinya penyakit Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY) yang ditandai dengan :
Membesarnya kelenjar gondok di daerah leher, sehingga mengurangi daya tarik seseorang.
Pertumbuhan anak tidak normal yang disebut kretin/kerdil.
Tindakan yang perlu dilakukan bila keluarga belum makan/masak dengan garam beryodium, yaitu :
Anjurkan keluarga agar selalu makan/masak dengan garam beryodium.
Jelaskan kepada keluarga bagaimana membedakan garam beryodium dan garam tidak beryodium dengan menggunakan test kit yang disebut Yodina test (dapat dibeli di apotik/toko obat).
Cara menggunakan test kit tersebut, yaitu : teteskan garam dapur dengan cairan yodina, maka akan terlihat perubahan warna garam putih menjadi biru keunguan pada garam yang beryodium. Semakin tua warnanya, semakin baik mutu garam beryodium.
Bagaimana jika tidak tersedia test kit dan cairan yodina ?
Kupas singkong yang masih segar, kemudian diparut.
Tuangkan 1 sendok perasan singkong parut tanpa ditambah air kedalam tempat yang bersih.
Tambahkan 4-6 sendok teh munjung garam yang akan diperiksa.
Tambahkan 2 sendok teh cuka biang, aduk sampai rata, biarkan beberapa menit. Bila timbul warna biru keunguan berarti garam tersebut mengandung yodium.

Yang perlu disampaikan pada ibu agar memberikan ASI saja (“ASI Eksklusif”) pada bayi usia 0-4 bulan.
Pengertian pemberian Air Susu Ibu (ASI) saja atau dikenal dengan istilah “ASI Eksklusif”, yaitu : tidak memberikan makanan dan minuman lain selain ASI pada bayi umur 0-4 bulan.
Kegunaan memberikan ASI saja, yaitu :
ASI merupakan makanan bayi yang paling sempurna, murah dan mudah memberikannya pada bayi.
ASI saja dapat mencukupi kebutuhan gizi bayi untuk tumbuh kembang dengan ormal pada bayi sampai berumur 4 bulan.
ASI yang pertama keluar disebut kolustrum berwarna kekuningan, dan mengandung zat kekebalan untuk mencegah timbulnya penyakit. Oleh karena itu harus diberikan kepada bayi dan jangan sekali-sekali dibuang.
Keluarga tidak perlu mengeluarkan biaya untuk makanan bayi 0-4 bulan.
Dengan ASI mempererat ikatan kasih sayang antara ibu dan bayi.
Akibat tidak memberikan ASI saja pada bayi, yaitu :
Bila bayi umur 0-4 bulan diberi makanan lain selain ASI, dapat terjadi gangguan alat pencernaan.
Bayi tidak mempunyai ketahanan tubuh untuk mencegah penyakit.
Bila bayi diberikan susu botol sering terjadi mencret, kemungkinan bayi tidak cocok dengan susu bubuk atau cara membuatnya tidak bersih, dan pengeluaran biaya rumah tangga lebih banyak.
Mengurangi ikatan cinta kasih antara ibu dan anak.

Yang perlu disampaikan pada keluarga agar biasa makan pagi
Pengertian makan/sarapan pagi, yaitu : makanan yang dimakan pada pagi hari sebelum beraktifitas, yang terdiri dari makanan pokok dan lauk pauk atau makanan kudapan. Jumlah yang dimakan kurang lebih 1/3 dari makanan sehari.
Manfaat makan/sarapan pagi, yaitu :
Untuk memelihara ketahanan tubuh, agar dapat bekerja atau belajar dengan baik.
Membantu memusatkan pikiran untuk belajar dan memudahkan penyerapan pelajaran.
Membantu mencukupi zat gizi.
Akibat tidak makan pagi, yaitu :
Badan terasa lemah karena kekurangan zat gizi yang diperlukan untuk tenaga.
Tidak dapat melakukan kegiatan atau pekerjaan pagi hari dengan baik.
Anak sekolah tidak dapat berpikir dengan baik dan malas.
Orang dewasa hasil kerjanya menurun.
Tindakan yang perlu dilakukan bila keluarga belum biasa makan pagi, yaitu :
Jelaskan keuntungan seseorang bila membiasakan diri makan pagi.
Anjurkan makan pagi sesuai dengan keadaan ekonomi keluarga.
Gunakan bahan makanan yang tersedia dan mudah dibuat dikeluarga atau mudah didapat di daerah setempat.
Berikan contoh-contoh makan pagi yang sederhana dan bergizi.

Copy Right © 2002 All Right Reserved : Dinas Kesehatan DKI Jakarta
email : binprog@centrin.net.id
Jl. Kesehatan No. 10 Jakarta – Indonesia

PENTINGNYA KESEHATAN ANAK

Kesehatan anak, khususnya balita, penting artinya bagi keluarga. Ibaratnya, kesehatan anak adalah kebahagiaan orang tua. Wajar ketika anak enggan ngedot, terserang pilek, demam, atau problem lainnya, orang tua kelabakan. Lantas, apa yang mesti dilakukan bila si kecil sakit, bagaimana pula mencegahnya?

——————————————————————————–

Beberapa penyakit yang umum diderita anak hampir dipastikan pada satu saat menyerang anak kita. Oleh sebab itu gejala penyakit dan cara penanganannya perlu dikenali. Penanganan juga bukan hanya membantu penyembuhan, namun juga dapat mencegah timbulnya komplikasi lebih jauh.

Penyakit yang sering diderita bayi dan balita, menurut Dr. Kishore R.J., dokter spesialis anak yang berpraktik di Rumah Sakit Ibu dan Anak Hermina di Jatinegara, Jakarta, antara lain, demam, infeksi saluran napas, dan diare. “Tapi yang sering membuat orang tua segera membawa anaknya berobat adalah demam dan diare. Kalau batuk-pilek biasanya masih bisa ditunda,” tuturnya.

Demam memang bukan penyakit, tapi gejala suatu penyakit. Semisal karena batuk dan pilek, radang tenggorokan, diare, infeksi lain pada saluran pencernaan, atau infeksi saluran napas. Dalam buku Mengatasi Gangguan Kesehatan pada Anak-Anak, karangan dr. Anies dari Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Semarang, kenaikan suhu tubuh juga sering terjadi saat tumbuh gigi pertama. Suhu tubuh juga akan meninggi sehabis memperoleh imunisasi DPT (difteria, pertusis, dan tetanus), namun hanya berlangsung kira-kira 24 jam.

Anak dikatakan demam, bila suhu tubuhnya di atas 37,5oC. Kalau itu yang terjadi, tidurkan anak dalam ruang ber-AC atau berkipas angin, kalau ada. “Kenakan pakaian yang tipis. Jangan diselimuti dengan selimut tebal – kecuali si anak menggigil – karena justru akan meningkatkan suhu tubuh,” jelas Kishore.

Adalah bijaksana kalau di rumah selalu tersedia obat turun panas sebelum anak dibawa ke dokter. Parasetamol biasa dipakai dan aman untuk anak dan bayi. Selain obat turun panas, dr. Anies menyarankan agar anak diberi banyak minum ketika terserang demam. Boleh air putih, susu, air jeruk, sari buah, atau kaldu hangat. Dengan begitu anak akan mudah berkeringat sehingga suhu tubuh menurun. Seka keringat pada tubuhnya dengan handuk basah, bedaki seluruh tubuh, dan gantilah pakaiannya dengan yang kering supaya merasa segar.

Untuk menurunkan suhu tubuh bisa dibantu dengan mengompres kening dengan lap atau handuk basah. Selama suhu tubuhnya masih tinggi, kompres tetap perlu. Upaya menurunkan suhu tubuh ini perlu untuk mencegah terjadinya kejang-kejang atau setip.

Air tajin untuk diare
Diare yang disertai berkurangnya cairan tubuh (dehidrasi), batuk disertai sesak napas, gejala ke arah asma meskipun bukan asma, atau infeksi saluran napas bagian bawah, dan demam berdarah, menurut Kishore, perlu mendapat perawatan khusus.

Penyebab diare umumnya makanan. Bisa karena keracunan makanan atau karena kuman dalam makanan. Kalau makanannya beracun, gejala utamanya muntah, baru diikuti diare. Kalau karena kuman pada makanan, biasanya diare dulu baru kemudian muntah.

Dalam bukunya, dr. Anies menyebutkan, diare merupakan keadaan gawat darurat sehingga harus segera ditanggulangi sebelum kondisi dehidrasi terjadi, yaitu pertama-tama dengan memberikan banyak minum. Pemberian susu formula dan jus buah dihentikan sementara. Namun, ASI tetap dilanjutkan.

Bila diare terjadi berulang kali, anak akan kehilangan banyak cairan, bahkan sejumlah mineral penting, seperti sodium, potasium, dan klorida ikut terbuang. Bila berkelanjutan, bisa terjadi ketidakseimbangan cairan tubuh sehingga timbul dehidrasi. Kondisi dehdarasi inilah yang paling dikhawatirkan meski diare pada dasarnya akan sembuh sendiri.

Tanda-tanda dehidrasi antara lain anak menangis tanpa air mata, mulut dan bibir kering, selalu merasa haus. Air seni keluar sedikit dan berwarna gelap, ada kalanya tidak keluar sama sekali. Juga, mata cekung atau terbenam. Pada bayi tanda dehidrasi bisa dilihat lewat ubun-ubun yang menjadi cekung. Juga anak mengantuk, kulit pucat atau kekenyalan tubuh berkurang, dan bekas cubitan tidak cepat kembali normal.

Untuk mengatasinya, anak perlu diberi cairan sebanyak mungkin. “Tidak harus larutan oralit. Bisa berupa teh manis, air gula garam, jus, sup. Air tajin justru cukup efektif bagi bayi untuk mengatasi diare. Juga jauh lebih baik dibandingkan dengan oralit karena tajin mengandung glukosa polimer yang mudah diserap,” jelas Kishore.

Larutan gula garam dibuat dengan perbandingan dua sendok teh gula pasir dan setengah sendok teh garam untuk segelas air putih. Larutan ini, menurut dr. Anies, diberikan sedikitnya setengah gelas tiap kali anak muntah atau buang air besar. Bisa juga diberikan satu sendok makan setiap lima menit, sampai anak dapat buang air kecil secara normal.

Air tajin selain cepat dicerna, juga mengandung kadar glukosa cukup tinggi, yang akan mempermudah penyerapan elektrolit. Selain itu dua macam poliglukosa dalam tepung tajin dapat menyebabkan feses lebih padat. Keuntungan lain air tajin adalah adanya kandungan proteinnya, yaitu 7 – 10 %. Sedangkan garam oralit tidak mengandung protein. Penggunaan air tajin sebagai “obat diare”, menurut dr. Anies, tidak berbahaya untuk bayi sekalipun.

Alergi hingga gondong
Yang juga sering diderita anak-anak adalah alergi, dan yang paling sering alergi saluran pernapasan. Menurut dr. Anies, penyebabnya bisa macam-macam. Gelaja umumnya sama, yakni bersin-bersin, mata berair, hidung tersumbat, ingusan, dan gatal. Anak biasanya menggaruk-garuk hidungnya dengan punggung tangannya.

Bila sedang terserang, disarankan anak dihindarkan dari pencetusnya. Kalau pencetusnya debu, seisi kamarnya harus bebas debu dan diusahakan tidak lembap. Tirai, karpet, dan sejenisnya disingkirkan.

Gangguan pernapasan lainnya adalah asma. Pencetusnya bisa karena pilek dan selesma, terlalu banyak bergerak, udara dingin, perubahan emosi, asap rokok, perubahan cuaca, dan alergi (udara, debu rumah, bulu binatang, makanan, dsb.). Namun, yang paling sering ialah alergi. Ada kalanya gabungan beberapa pencetus asma dapat menimbulkan serangan. Misalnya, ketika sedang berlari-lari anak tidak terserang asma. Tetapi kalau berlari-lari saat cuaca dingin, serangan asma timbul.

Ketika terserang asma, anak diberi obat yang diresepkan dokter. Jika anak sulit bernapas sampai tak mampu menelan makanan, bibir dan lidah kebiruan, segera saja hubungi dokter.

Obat asma sebenarnya bersifat sementara. Kalau pencetusnya ada, sesak napas akan berulang. Jadi, langkah pencegahan terbaik, bebaskan anak dari segala pencetusnya.

Selain itu, anak-anak sering tak luput dari serangan batuk, yang juga merupakan gejala suatu penyakit. Misalnya karena gangguan pada saluran pernapasan. Meski demikian, menurut dr. Anies, batuk yang berlebihan bisa sangat mengganggu, bahkan mengakibatkan berbagai komplikasi.

Beberapa penyebab batuk menahun dan berulang misalnya bronkitis atau radang tenggorokan, asma, kelainan paru-paru menahun, masuknya benda asing atau makanan ke saluran napas, dan kelainan bawaan pada saluran napas. Namun, bisa juga karena gangguan psikologis, semisal setelah kelahiran adik baru.

Keluhan batuk perlu disampaikan ke dokter, apakah karena perubahan cuaca pagi, malam, atau sepanjang hari. Sewaktu duduk, apakah si kecil mengeluarkan dahak atau tidak. Perlu disampaikan pula asal mula, ciri-ciri batuk, untuk mempermudah diagnosis dan pengobatannya.

Batuk rejan merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan bagian atas, tepatnya pada batang tenggorokan. Penyebabnya kuman Hemophilus pertussis. Batuk rejan yang juga dikenal sebagai “batuk seratus hari” atau kinkhoest berlangsung selama dua bulan lebih, kalau tidak diobati dengan baik. Gejalanya mirip influenza, yaitu batuk dan pilek ringan serta menurunnya nafsu makan, yang berlangsung kira-kira 1 – 2 minggu.

Bayi dan balita, menurut dr. Anies, termasuk kelompok yang paling sering menderita batuk rejan. Jika batuk ini tak diobati dengan baik, dikhawatirkan akan terjadi komplikasi. Agar tidak tertular, jauhkan anak dari penderita batuk rejan. Pencegahan utama, tulis dr. Anies, adalah pemberian vaksinasi DPT sebanyak tiga kali. Suntikan ulangan diberikan satu tahun setelah suntikan dasar ketiga dilakukan. Vaksinasi DPT yang pertama telah dianjurkan bagi bayi yang berusia tiga bulan.

Influenza sebenarnya bukan penyakit berbahaya. Disebabkan sejenis virus, penyakit ini umumnya menyerang sebagai wabah dan akan berlangsung selama 3 – 4 hari. Jarang menimbulkan komplikasi, sekalipun disertai demam tinggi. Namun, kalau daya tahan tubuh penderita menurun, maka infeksi sekunder, seperti pneumonia, bronkitis, infeksi telinga atau sinusitis, dapat muncul. Jika ini terjadi, anak segera dibawa ke dokter.

Untuk mengatasinya, anak perlu cukup istirahat dan diberi cukup cairan. Sari buah atau air bisa untuk mengganti cairan yang hilang karena berkeringat. Kopi, teh, dan susu tidak dianjurkan. Setiap tiga atau empat jam sekali, suhu tubuh anak diperiksa. Jika suhu naik mencapai lebih dari 38oC dan tidak turun dalam waktu 36 jam, segera bawa ke dokter.

Anak-anak pun sering menderita selesma dan pilek, lebih-lebih bila daya tahan tubuh anak kurang baik. Anak yang mengalami pilek akibat virus ini perlu diajari mengeluarkan lendir dalam hidungnya untuk mencegah terjadinya penumpukan lendir yang dapat mengganggu organ lain, misalnya telinga.

Dalam kondisi seperti ini, anak perlu banyak istirahat dan makan menu bergizi. Sari buah segar baik untuk penderita penyakit ini. Bila suhu tubuh meningkat, anak dapat diberi obat penurun panas atau kompres dingin untuk mencegah kemungkinan timbulnya kejang.

Gondong juga kerap diderita anak-anak. Penyebabnya sejenis virus yang menyerang kelenjar ludah, yaitu parotid kelenjar ludah besar di depan telinga. Sering pula terjadi pada kelenjar di bawah rahang dan biasanya kedua sisi yang terkena.

Beristirahat di tempat tidur dapat mengurangi kemungkinan terjadinya komplikasi dan mempercepat penyembuhan. Tidak berlaku pantangan makanan dan minuman, tapi makanan yang lunak dan mudah dicerna sangat dianjurkan. Makanan seperti agar-agar, serikaya, sup kaldu, dan sayuran yang dihaluskan, baik bagi penderita gondong. Perlu cukup minum untuk menggantikan cairan yang keluar melalui keringat.

Dokter biasanya memberikan obat penurun panas dan penghilang rasa sakit yang diminumkan selama gejala penyakit masih ada. Bila anak merasa kepala maupun buah zakarnya sakit, perut dan daerah kemaluan terasa nyeri, segera dibawa ke dokter.

Sedia obat sebelum sakit
Apa yang mesti dilakukan agar anak tidak mudah terserang penyakit? “Ya, tergantung penyakitnya. Agar anak kita tidak terserang batuk-pilek, hindarkan anak dari penderita batuk-pilek,” ujar Dr. Kishore.

Untuk mencegah diare, saran Dr. Kishore, jangan makan jajanan dari luar yang kurang terjamin kebersihannya. Bagi bayi, botol susu harus disterilkan. Yang paling penting menjaga kebersihan. “Yang sering terjadi, dot jatuh dan dipasang kembali karena baby sitter malas mencucinya. Atau, susu sudah berjam-jam diminumkan lagi,” ujarnya. Hal-hal demikian banyak terjadi terutama pada keluarga dengan tingkat sosial ekonomi rendah sekali, atau tinggi sekali, yang menyerahkan perawatan anak sepenuhnya pada pengasuh bayi.

Dalam kotak obat keluarga sebaiknya tersedia jenis obat anak, seperti obat turun panas dan antidiare. Juga jenis obat lain berdasarkan kasus demi kasus yang biasa diderita anak. Misalnya, untuk anak yang sering kambuh asmanya, perlu disediakan obat cadangan dengan resep dokter untuk persediaan kalau asmanya timbul.

Dalam pemeliharaan kesehatan anak, pemenuhan gizi berpengaruh terhadap kesehatan dan daya tahan anak. “Kalau gizi baik, risiko anak terkena penyakit berkurang. Kalaupun terkena kuman, karena daya tahan tubuhnya bagus, ia tidak sampai sakit, tapi hanya berupa gejala. Misalnya, diare sebentar kemudian diare itu hilang,” jelas Dr. Kishore.

Daya tahan tubuh, yang dikenal sebagai immunoglobulin berasal dari protein. Kalau tidak ada protein, tidak akan terbentuk faktor daya tahan tubuh. “Jadi, ada korelasi langsung antara gizi dan daya tahan tubuh. Semakin buruk gizinya, semakin jelek daya tahan tubuhnya, semakin sering terinfeksi, semakin turun nafsu makannya, dan semakin turun lagi daya tahan tubuhnya. Semua menjadi seperti lingkaran setan,” tutur Dr. Kishore. Itulah pentingnya dilakukan imunisasi pada anak.

“Menu ideal untuk bayi dan anak balita adalah yang seimbang. Mengandung karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral yang sesuai dengan kebutuhan anak,” katanya.

Yang pasti, makanan untuk balita harus cukup energi dan semua zat gizi sesuai dengan umur. Semua gizi esensial harus cukup. Kebutuhan energi bayi dan anak relatif lebih besar daripada orang dewasa, karena pertumbuhannya yang pesat. Demikian pula kebutuhan protein balita relatif lebih besar dibandingkan dengan orang dewasa. Protein merupakan sumber asam amino esensial yang diperlukan sebagai zat pembangun, yakni untuk pertumbuhan dan pembentukan protein serum, hemoglobin, enzim, dan antibodi. Juga untuk menggantikan sel-sel yang rusak, memelihara keseimbangan asam basa cairan tubuh dan sumber energi.

“ASI (Air Susu Ibu) tetap merupakan yang paling penting bagi bayi dan anak balita,” tegas Dr. Kishore. Selain penting selama masa anak-anak, ASI juga sebagai makanan utama bayi. “Di samping itu juga murah, aman, higienis, dan sangat membantu pertumbuhan bayi,” tegasnya.

Produksi ASI sampai hari kelima, yang disebut kolostrum (cairan kental kekuningan), sangat baik bagi bayi. Ia mengandung banyak antibodi, protein, mineral, dan vitamin A. Yang jelas, kata Kishore, ASI merupakan makanan terbaik yang tak tergantikan oleh segala bentuk makanan lain, baik susu formula, food supplement, ataupun suplemen vitamin. Tetapi, susu formula diperlukan untuk bayi-bayi yang tidak mendapatkan cukup ASI. Misalnya, ketika ibu sakit dan produksi ASI tidak mencukupi.

Jadi, bukan berarti anak balita tak boleh sama sekali memakai susu formula atau PASI (pengganti air susu ibu). “Kalau ASI memang tidak cukup, ya harus ditambah susu formula. Tapi kalau cukup, berikan ASI selama minimal empat bulan, yang dikenal sebagai pemberian ASI eksklusif, tanpa makanan tambahan,” jelas Kishore.

Dalam jumlah cukup, ASI dapat memenuhi kebutuhan gizi bayi selama 3 – 4 bulan pertama. Setelah empat bulan, bayi perlu menu pelengkap atau tambahan (selain ASI atau PASI) karena kebutuhan gizi bayi meningkat, dan tidak seluruhnya dapat dipenuhi ASI. Tapi bukan berarti pemberian ASI dihentikan. Bahkan ASI dianjurkan tetap diberikan sampai anak berusia dua tahun. Tentu saja, kalau ASI masih diproduksi.

Dalam susu formula sudah terdapat asam amino esensial, asam lemak tak jenuh esensial, dan vitamin untuk kebutuhan sehari-hari. “Jadi, nggak perlu tambahan. Tambahan vitamin baru diberikan kalau ada gejala defisiensi vitamin. Atau, ketika muncul tanda-tanda malas makan, vitamin diberikan untuk merangsang nafsu makan anak,” tuturnya.

Kalau susu formula diberikan sesuai kebutuhan, defisiensi tak akan terjadi. Bahkan, kalau sudah memperoleh menu makanan seimbang, tanpa susu formula pun anak tidak perlu lagi vitamin tambahan. Karena dalam menu yang seimbang itu sudah terdapat vitamin-vitamin yang dibutuhkan tubuh. (A. Hery Suyono)

KESEHATAN BALITA

Menjaga Kesehatan Balita

Kesehatan anak, khususnya balita, penting artinya bagi keluarga. Ibaratnya, kesehatan anak adalah kebahagiaan orang tua.

Wajar ketika anak enggan ngedot, terserang pilek, demam, atau problem lainnya, orang tua kelabakan. Lantas, apa yang mesti dilakukan bila si kecil sakit, bagaimana pula mencegahnya?

Beberapa penyakit yang umum diderita anak hampir dipastikan pada satu saat menyerang anak kita. Oleh sebab itu gejala penyakit dan cara penanganannya perlu dikenali. Penanganan juga bukan hanya membantu penyembuhan, namun juga dapat mencegah timbulnya komplikasi lebih jauh.
Penyakit yang sering diderita bayi dan balita, menurut Dr. Kishore R.J., dokter spesialis anak yang berpraktik di Rumah Sakit Ibu dan Anak Hermina di Jatinegara, Jakarta, antara lain, demam, infeksi saluran napas, dan diare. “Tapi yang sering membuat orang tua segera membawa anaknya berobat adalah demam dan diare. Kalau batuk-pilek biasanya masih bisa ditunda,” tuturnya.
Demam memang bukan penyakit, tapi gejala suatu penyakit. Semisal karena batuk dan pilek, radang tenggorokan, diare, infeksi lain pada saluran pencernaan, atau infeksi saluran napas. Dalam buku Mengatasi Gangguan Kesehatan pada Anak-Anak, karangan dr. Anies dari Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Semarang, kenaikan suhu tubuh juga sering terjadi saat tumbuh gigi pertama. Suhu tubuh juga akan meninggi sehabis memperoleh imunisasi DPT (difteria, pertusis, dan tetanus), namun hanya berlangsung kira-kira 24 jam.
Anak dikatakan demam, bila suhu tubuhnya di atas 37,5oC. Kalau itu yang terjadi, tidurkan anak dalam ruang ber-AC atau berkipas angin, kalau ada. “Kenakan pakaian yang tipis. Jangan diselimuti dengan selimut tebal – kecuali si anak menggigil – karena justru akan meningkatkan suhu tubuh,” jelas Kishore.
Adalah bijaksana kalau di rumah selalu tersedia obat turun panas sebelum anak dibawa ke dokter. Parasetamol biasa dipakai dan aman untuk anak dan bayi. Selain obat turun panas, dr. Anies menyarankan agar anak diberi banyak minum ketika terserang demam. Boleh air putih, susu, air jeruk, sari buah, atau kaldu hangat. Dengan begitu anak akan mudah berkeringat sehingga suhu tubuh menurun. Seka keringat pada tubuhnya dengan handuk basah, bedaki seluruh tubuh, dan gantilah pakaiannya dengan yang kering supaya merasa segar.
Untuk menurunkan suhu tubuh bisa dibantu dengan mengompres kening dengan lap atau handuk basah. Selama suhu tubuhnya masih tinggi, kompres tetap perlu. Upaya menurunkan suhu tubuh ini perlu untuk mencegah terjadinya kejang-kejang atau setip.
Air tajin untuk diare
Diare yang disertai berkurangnya cairan tubuh (dehidrasi), batuk disertai sesak napas, gejala ke arah asma meskipun bukan asma, atau infeksi saluran napas bagian bawah, dan demam berdarah, menurut Kishore, perlu mendapat perawatan khusus.
Penyebab diare umumnya makanan. Bisa karena keracunan makanan atau karena kuman dalam makanan. Kalau makanannya beracun, gejala utamanya muntah, baru diikuti diare. Kalau karena kuman pada makanan, biasanya diare dulu baru kemudian muntah.
Dalam bukunya, dr. Anies menyebutkan, diare merupakan keadaan gawat darurat sehingga harus segera ditanggulangi sebelum kondisi dehidrasi terjadi, yaitu pertama-tama dengan memberikan banyak minum. Pemberian susu formula dan jus buah dihentikan sementara. Namun, ASI tetap dilanjutkan.
Bila diare terjadi berulang kali, anak akan kehilangan banyak cairan, bahkan sejumlah mineral penting, seperti sodium, potasium, dan klorida ikut terbuang. Bila berkelanjutan, bisa terjadi ketidakseimbangan cairan tubuh sehingga timbul dehidrasi. Kondisi dehdarasi inilah yang paling dikhawatirkan meski diare pada dasarnya akan sembuh sendiri.
Tanda-tanda dehidrasi antara lain anak menangis tanpa air mata, mulut dan bibir kering, selalu merasa haus. Air seni keluar sedikit dan berwarna gelap, ada kalanya tidak keluar sama sekali. Juga, mata cekung atau terbenam. Pada bayi tanda dehidrasi bisa dilihat lewat ubun-ubun yang menjadi cekung. Juga anak mengantuk, kulit pucat atau kekenyalan tubuh berkurang, dan bekas cubitan tidak cepat kembali normal.
Untuk mengatasinya, anak perlu diberi cairan sebanyak mungkin. “Tidak harus larutan oralit. Bisa berupa teh manis, air gula garam, jus, sup. Air tajin justru cukup efektif bagi bayi untuk mengatasi diare. Juga jauh lebih baik dibandingkan dengan oralit karena tajin mengandung glukosa polimer yang mudah diserap,” jelas Kishore.
Larutan gula garam dibuat dengan perbandingan dua sendok teh gula pasir dan setengah sendok teh garam untuk segelas air putih. Larutan ini, menurut dr. Anies, diberikan sedikitnya setengah gelas tiap kali anak muntah atau buang air besar. Bisa juga diberikan satu sendok makan setiap lima menit, sampai anak dapat buang air kecil secara normal.
Air tajin selain cepat dicerna, juga mengandung kadar glukosa cukup tinggi, yang akan mempermudah penyerapan elektrolit. Selain itu dua macam poliglukosa dalam tepung tajin dapat menyebabkan feses lebih padat. Keuntungan lain air tajin adalah adanya kandungan proteinnya, yaitu 7 – 10 %. Sedangkan garam oralit tidak mengandung protein. Penggunaan air tajin sebagai “obat diare”, menurut dr. Anies, tidak berbahaya untuk bayi sekalipun.
Alergi hingga gondong
Yang juga sering diderita anak-anak adalah alergi, dan yang paling sering alergi saluran pernapasan. Menurut dr. Anies, penyebabnya bisa macam-macam. Gelaja umumnya sama, yakni bersin-bersin, mata berair, hidung tersumbat, ingusan, dan gatal. Anak biasanya menggaruk-garuk hidungnya dengan punggung tangannya.
Bila sedang terserang, disarankan anak dihindarkan dari pencetusnya. Kalau pencetusnya debu, seisi kamarnya harus bebas debu dan diusahakan tidak lembap. Tirai, karpet, dan sejenisnya disingkirkan.
Gangguan pernapasan lainnya adalah asma. Pencetusnya bisa karena pilek dan selesma, terlalu banyak bergerak, udara dingin, perubahan emosi, asap rokok, perubahan cuaca, dan alergi (udara, debu rumah, bulu binatang, makanan, dsb.). Namun, yang paling sering ialah alergi. Ada kalanya gabungan beberapa pencetus asma dapat menimbulkan serangan. Misalnya, ketika sedang berlari-lari anak tidak terserang asma. Tetapi kalau berlari-lari saat cuaca dingin, serangan asma timbul.
Ketika terserang asma, anak diberi obat yang diresepkan dokter. Jika anak sulit bernapas sampai tak mampu menelan makanan, bibir dan lidah kebiruan, segera saja hubungi dokter.
Obat asma sebenarnya bersifat sementara. Kalau pencetusnya ada, sesak napas akan berulang. Jadi, langkah pencegahan terbaik, bebaskan anak dari segala pencetusnya.
Selain itu, anak-anak sering tak luput dari serangan batuk, yang juga merupakan gejala suatu penyakit. Misalnya karena gangguan pada saluran pernapasan. Meski demikian, menurut dr. Anies, batuk yang berlebihan bisa sangat mengganggu, bahkan mengakibatkan berbagai komplikasi.
Beberapa penyebab batuk menahun dan berulang misalnya bronkitis atau radang tenggorokan, asma, kelainan paru-paru menahun, masuknya benda asing atau makanan ke saluran napas, dan kelainan bawaan pada saluran napas. Namun, bisa juga karena gangguan psikologis, semisal setelah kelahiran adik baru.
Keluhan batuk perlu disampaikan ke dokter, apakah karena perubahan cuaca pagi, malam, atau sepanjang hari. Sewaktu duduk, apakah si kecil mengeluarkan dahak atau tidak. Perlu disampaikan pula asal mula, ciri-ciri batuk, untuk mempermudah diagnosis dan pengobatannya.
Batuk rejan merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan bagian atas, tepatnya pada batang tenggorokan. Penyebabnya kuman Hemophilus pertussis. Batuk rejan yang juga dikenal sebagai “batuk seratus hari” atau kinkhoest berlangsung selama dua bulan lebih, kalau tidak diobati dengan baik. Gejalanya mirip influenza, yaitu batuk dan pilek ringan serta menurunnya nafsu makan, yang berlangsung kira-kira 1 – 2 minggu.
Bayi dan balita, menurut dr. Anies, termasuk kelompok yang paling sering menderita batuk rejan. Jika batuk ini tak diobati dengan baik, dikhawatirkan akan terjadi komplikasi. Agar tidak tertular, jauhkan anak dari penderita batuk rejan. Pencegahan utama, tulis dr. Anies, adalah pemberian vaksinasi DPT sebanyak tiga kali. Suntikan ulangan diberikan satu tahun setelah suntikan dasar ketiga dilakukan. Vaksinasi DPT yang pertama telah dianjurkan bagi bayi yang berusia tiga bulan.
Influenza sebenarnya bukan penyakit berbahaya. Disebabkan sejenis virus, penyakit ini umumnya menyerang sebagai wabah dan akan berlangsung selama 3 – 4 hari. Jarang menimbulkan komplikasi, sekalipun disertai demam tinggi. Namun, kalau daya tahan tubuh penderita menurun, maka infeksi sekunder, seperti pneumonia, bronkitis, infeksi telinga atau sinusitis, dapat muncul. Jika ini terjadi, anak segera dibawa ke dokter.
Untuk mengatasinya, anak perlu cukup istirahat dan diberi cukup cairan. Sari buah atau air bisa untuk mengganti cairan yang hilang karena berkeringat. Kopi, teh, dan susu tidak dianjurkan. Setiap tiga atau empat jam sekali, suhu tubuh anak diperiksa. Jika suhu naik mencapai lebih dari 38oC dan tidak turun dalam waktu 36 jam, segera bawa ke dokter.
Anak-anak pun sering menderita selesma dan pilek, lebih-lebih bila daya tahan tubuh anak kurang baik. Anak yang mengalami pilek akibat virus ini perlu diajari mengeluarkan lendir dalam hidungnya untuk mencegah terjadinya penumpukan lendir yang dapat mengganggu organ lain, misalnya telinga.
Dalam kondisi seperti ini, anak perlu banyak istirahat dan makan menu bergizi. Sari buah segar baik untuk penderita penyakit ini. Bila suhu tubuh meningkat, anak dapat diberi obat penurun panas atau kompres dingin untuk mencegah kemungkinan timbulnya kejang.
Gondong juga kerap diderita anak-anak. Penyebabnya sejenis virus yang menyerang kelenjar ludah, yaitu parotid kelenjar ludah besar di depan telinga. Sering pula terjadi pada kelenjar di bawah rahang dan biasanya kedua sisi yang terkena.
Beristirahat di tempat tidur dapat mengurangi kemungkinan terjadinya komplikasi dan mempercepat penyembuhan. Tidak berlaku pantangan makanan dan minuman, tapi makanan yang lunak dan mudah dicerna sangat dianjurkan. Makanan seperti agar-agar, serikaya, sup kaldu, dan sayuran yang dihaluskan, baik bagi penderita gondong. Perlu cukup minum untuk menggantikan cairan yang keluar melalui keringat.
Dokter biasanya memberikan obat penurun panas dan penghilang rasa sakit yang diminumkan selama gejala penyakit masih ada. Bila anak merasa kepala maupun buah zakarnya sakit, perut dan daerah kemaluan terasa nyeri, segera dibawa ke dokter.
Sedia obat sebelum sakit
Apa yang mesti dilakukan agar anak tidak mudah terserang penyakit? “Ya, tergantung penyakitnya. Agar anak kita tidak terserang batuk-pilek, hindarkan anak dari penderita batuk-pilek,” ujar Dr. Kishore.
Untuk mencegah diare, saran Dr. Kishore, jangan makan jajanan dari luar yang kurang terjamin kebersihannya. Bagi bayi, botol susu harus disterilkan. Yang paling penting menjaga kebersihan. “Yang sering terjadi, dot jatuh dan dipasang kembali karena baby sitter malas mencucinya. Atau, susu sudah berjam-jam diminumkan lagi,” ujarnya. Hal-hal demikian banyak terjadi terutama pada keluarga dengan tingkat sosial ekonomi rendah sekali, atau tinggi sekali, yang menyerahkan perawatan anak sepenuhnya pada pengasuh bayi.
Dalam kotak obat keluarga sebaiknya tersedia jenis obat anak, seperti obat turun panas dan antidiare. Juga jenis obat lain berdasarkan kasus demi kasus yang biasa diderita anak. Misalnya, untuk anak yang sering kambuh asmanya, perlu disediakan obat cadangan dengan resep dokter untuk persediaan kalau asmanya timbul.
Dalam pemeliharaan kesehatan anak, pemenuhan gizi berpengaruh terhadap kesehatan dan daya tahan anak. “Kalau gizi baik, risiko anak terkena penyakit berkurang. Kalaupun terkena kuman, karena daya tahan tubuhnya bagus, ia tidak sampai sakit, tapi hanya berupa gejala. Misalnya, diare sebentar kemudian diare itu hilang,” jelas Dr. Kishore.
Daya tahan tubuh, yang dikenal sebagai immunoglobulin berasal dari protein. Kalau tidak ada protein, tidak akan terbentuk faktor daya tahan tubuh. “Jadi, ada korelasi langsung antara gizi dan daya tahan tubuh. Semakin buruk gizinya, semakin jelek daya tahan tubuhnya, semakin sering terinfeksi, semakin turun nafsu makannya, dan semakin turun lagi daya tahan tubuhnya. Semua menjadi seperti lingkaran setan,” tutur Dr. Kishore. Itulah pentingnya dilakukan imunisasi pada anak.
“Menu ideal untuk bayi dan anak balita adalah yang seimbang. Mengandung karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral yang sesuai dengan kebutuhan anak,” katanya.
Yang pasti, makanan untuk balita harus cukup energi dan semua zat gizi sesuai dengan umur. Semua gizi esensial harus cukup. Kebutuhan energi bayi dan anak relatif lebih besar daripada orang dewasa, karena pertumbuhannya yang pesat. Demikian pula kebutuhan protein balita relatif lebih besar dibandingkan dengan orang dewasa. Protein merupakan sumber asam amino esensial yang diperlukan sebagai zat pembangun, yakni untuk pertumbuhan dan pembentukan protein serum, hemoglobin, enzim, dan antibodi. Juga untuk menggantikan sel-sel yang rusak, memelihara keseimbangan asam basa cairan tubuh dan sumber energi.
“ASI (Air Susu Ibu) tetap merupakan yang paling penting bagi bayi dan anak balita,” tegas Dr. Kishore. Selain penting selama masa anak-anak, ASI juga sebagai makanan utama bayi. “Di samping itu juga murah, aman, higienis, dan sangat membantu pertumbuhan bayi,” tegasnya.
Produksi ASI sampai hari kelima, yang disebut kolostrum (cairan kental kekuningan), sangat baik bagi bayi. Ia mengandung banyak antibodi, protein, mineral, dan vitamin A. Yang jelas, kata Kishore, ASI merupakan makanan terbaik yang tak tergantikan oleh segala bentuk makanan lain, baik susu formula, food supplement, ataupun suplemen vitamin. Tetapi, susu formula diperlukan untuk bayi-bayi yang tidak mendapatkan cukup ASI. Misalnya, ketika ibu sakit dan produksi ASI tidak mencukupi.
Jadi, bukan berarti anak balita tak boleh sama sekali memakai susu formula atau PASI (pengganti air susu ibu). “Kalau ASI memang tidak cukup, ya harus ditambah susu formula. Tapi kalau cukup, berikan ASI selama minimal empat bulan, yang dikenal sebagai pemberian ASI eksklusif, tanpa makanan tambahan,” jelas Kishore.
Dalam jumlah cukup, ASI dapat memenuhi kebutuhan gizi bayi selama 3 – 4 bulan pertama. Setelah empat bulan, bayi perlu menu pelengkap atau tambahan (selain ASI atau PASI) karena kebutuhan gizi bayi meningkat, dan tidak seluruhnya dapat dipenuhi ASI. Tapi bukan berarti pemberian ASI dihentikan. Bahkan ASI dianjurkan tetap diberikan sampai anak berusia dua tahun. Tentu saja, kalau ASI masih diproduksi.
Dalam susu formula sudah terdapat asam amino esensial, asam lemak tak jenuh esensial, dan vitamin untuk kebutuhan sehari-hari. “Jadi, nggak perlu tambahan. Tambahan vitamin baru diberikan kalau ada gejala defisiensi vitamin. Atau, ketika muncul tanda-tanda malas makan, vitamin diberikan untuk merangsang nafsu makan anak,” tuturnya.
Kalau susu formula diberikan sesuai kebutuhan, defisiensi tak akan terjadi. Bahkan, kalau sudah memperoleh menu makanan seimbang, tanpa susu formula pun anak tidak perlu lagi vitamin tambahan. Karena dalam menu yang seimbang itu sudah terdapat vitamin-vitamin yang dibutuhkan tubuh.
(idionline/NeT)

Kehamilan dan HIV

Bagaimana Bayi Tertular HIV?

HIV, virus penyebab AIDS, dapat menular dari ibu yang terinfeksi HIV ke bayinya. Tanpa upaya untuk mencegahnya, kurang-lebih 30 persen bayi dari ibu yang terinfeksi HIV menjadi tertular juga.

Bayi dilahirkan oleh ibu dengan viral load yang tinggi lebih mungkin tertular. Namun viral load yang tidak terdeteksi tidak boleh dianggap ‘aman’. Walaupun janin dalam kandungan dapat terinfeksi, sebagian besar penularan terjadi waktu melahirkan atau melalui menyusui. Bayi lebih mungkin tertular jika persalinan berlanjut lama. Selama proses kelahiran, bayi dalam keadaan berisiko tertular oleh darah ibunya.

Air susu ibu (ASI) dari ibu yang terinfeksi HIV juga mengandung virus itu. Jadi jika bayi disusui oleh ibu HIV-positif, bayi bisa tertular.

Bagaimana Penularan HIV dari Ibu-ke-Bayi Dapat Dicegah?

Ibu HIV-positif dapat mengurangi risiko bayinya tertular dengan:

pakai obat antiretroviral (ARV)
jaga proses kelahiran tetap singkat waktunya
hindari menyusui
Penggunaan ARV: Risiko penularan sangat rendah bila terapi ARV (ART) dipakai. Angka penularan hanya 1–2 persen bila ibu memakai ART. Angka ini kurang-lebih 4 persen bila ibu memakai AZT selama enam bulan terahkir kehamilannya dan bayinya diberikan AZT selama enam minggu pertama hidupnya. Lihat Lembaran Informasi (LI) 420 untuk informasi lebih lanjut mengenai AZT.

Namun jika ibu tidak memakai ARV sebelum dia mulai sakit melahirkan, ada dua cara yang dapat mengurangi separuh penularan ini.

AZT dan 3TC (LI 424) dipakai selama waktu persalinan, dan untuk ibu dan bayi selama satu minggu setelah lahir.
Satu tablet nevirapine (LI 431) pada waktu mulai sakit melahirkan, kemudian satu tablet lagi diberi pada bayi 2–3 hari setelah lahir.
Menggabungkan nevirapine dan AZT selama persalinan mengurangi penularan menjadi hanya 2 persen. Namun, resistansi terhadap nevirapine dapat muncul pada hingga 20 persen perempuan yang memakai satu tablet waktu hamil. Hal ini mengurangi keberhasilan ART yang dipakai kemudian oleh ibu. Resistansi ini juga dapat disebarkan pada bayi waktu menyusui. Walaupun begitu, terapi jangka pendek ini lebih terjangkau di negara berkembang.

Menjaga proses kelahiran tetap singkat waktunya: Semakin lama proses kelahiran, semakin besar risiko penularan. Bila si ibu memakai AZT dan mempunyai viral load di bawah 1000, risiko hampir nol. Ibu dengan viral load tinggi dapat mengurangi risiko dengan memakai bedah Sesar.

Menghindari menyusui: Kurang-lebih 14 persen bayi terinfeksi HIV melalui ASI yang terinfeksi. Risiko ini dapat dihindari jika bayinya diberi pengganti ASI (PASI, atau formula).

Namun jika PASI tidak diberi secara benar, risiko lain pada bayinya menjadi semakin tinggi. Jika formula tidak bisa dilarut dengan air bersih, atau masalah biaya menyebabkan jumlah formula yang diberikan tidak cukup, lebih baik bayi disusui.

Yang terburuk adalah campuran ASI dan PASI. Mungkin cara paling cocok untuk sebagian besar ibu di Indonesia adalah menyusui secara eksklusif (tidak campur dengan PASI) selama 3-4 bulan pertama, kemudian diganti dengan formula secara eksklusif (tidak campur dengan ASI).

Bagaimana Kita Tahu Jika Bayi Terinfeksi?

Jika dites HIV, sebagian besar bayi yang dilahirkan oleh ibu HIV-positif menunjukkan hasil positif. Ini berarti ada antibodi terhadap HIV dalam darahnya (lihat LI 102 untuk informasi lebih lanjut tentang tes HIV). Namun bayi menerima antibodi dari ibunya, agar melindunginya sehingga sistem kekebalan tubuhnya terbentuk penuh. Jadi hasil tes positif pada awal hidup bukan berarti si bayi terinfeksi.

Jika bayi ternyata terinfeksi, sistem kekebalan tubuhnya akan membentuk antibodi terhadap HIV, dan tes HIV akan terus-menerus menunjukkan hasil positif. Jika bayi tidak terinfeksi, antibodi dari ibu akan hilang sehingga hasil tes menjadi negatif setelah kurang-lebih 6-12 bulan.

Sebuah tes lain, serupa dengan tes viral load (lihat LI 413) dapat dipakai untuk menentukan apakah bayi terinfeksi, biasanya beberapa minggu setelah lahir. Tes ini, yang mencari virus bukan antibodi, saat ini hanya tersedia di Jakarta, dan harganya cukup mahal.

Bagaimana Mengenai Kesehatan Ibu?

Penelitian baru menunjukkan bahwa perempuan HIV-positif yang hamil tidak menjadi lebih sakit dibandingkan yang tidak hamil. Ini berarti menjadi hamil tidak mempengaruhi kesehatan perempuan HIV-positif.

Namun, terapi jangka pendek untuk mencegah penularan pada bayi bukan pilihan terbaik untuk kesehatan ibu. ART adalah pengobatan baku. Jika seorang perempuan hamil hanya memakai obat waktu persalinan, kemungkinan virus dalam tubuhnya akan menjadi resistan terhadap obat tersebut. Hal ini dapat menyebabkan masalah untuk pengobatan lanjutannya. Lihat LI 414 untuk informasi lebih lanjut tentang resistansi.

Seorang ibu hamil sebaiknya mempertimbangkan semua masalah yang mungkin terjadi terkait ART:

Jangan memakai ddI (LI 422) bersama dengan d4T (LI 423) dalam ART-nya karena kombinasi ini dapat menimbulkan asidosis laktik dengan angka tinggi.
Jangan memakai efavirenz atau indinavir selama kehamilan.
Bila CD4-nya lebih dari 250, jangan mulai memakai nevirapine.
Beberapa dokter mengusulkan perempuan berhenti pengobatannya pada triwulan pertama kehamilan. Ada dua alasan:

Risiko dosis dilewatkan akibat mual dan muntah selama awal kehamilan, dengan risiko mengembangkan resistansi terhadap obat yang dipakai.
Risiko obat mengakibatkan anak cacat lahir, yang tertinggi pada triwulan pertama. Tidak ada bukti terjadi cacat lahir, selain dengan efavirenz (LI 432).
Para ahli tidak sepakat apakah penggunaan ART menimbulkan risiko lebih tinggi terhadp lahir dini atau bayi lahir dengan berat badan rendah.
Jika kita HIV-positif dan hamil, atau ingin jadi hamil, sebaiknya kita bicara dengan dokter tentang pilihan menjagakan kesehatan sendiri, dan mengurangi risiko bayi kita terinfeksi HIV atau cacat lahir.

Lampung Penderita TBC Terbanyak

Lampung tergolong provinsi dengan jumlah penderita tuberkolosis atau TBC terbanyak di Sumatera. Dari 100.000 penduduk, diperkirakan 160 orang menderita penyakit yang disebabkan bakteri Mycobacterium tubercolosis ini. Di Lampung, jumlah penderita diperkirakan mencapai 1.200-an orang. Angka cakupan penemuan penderita mencapai 34,24 persen. ”Idealnya, angka cakupan penemuan penderita mencapai 70 persen,” ujar Ketua Executive Board Koalisi untuk Lampung Sehat (KULS) 2010 Herdi Mansyah di Bandar Lampung. (Kompas, 27/12/05)

KB Dengan Pil, Siapa Takut?

Studi yang dilakukan Rosenberg M Waugh pada 1998 menunjukkan sebanyak 25% perempuan di dunia berhenti memakai pil KB karena takut gemuk, takut menimbulkan jerawat. Selain itu, dapat menyebabkan gangguan pembekuan darah dan kanker, serta tidak melindungi dirinya dari penularan virus HIV/AIDS, sehingga memperkuat sebagian perempuan takut memilih kontrasepsi pil. “Padahal kalau digunakan secara teratur, pil KB bukan cuma mencegah kehamilan, tetapi mampu memberikan dan mencegah terhadap penyakit radang pinggul, dan perlindungan terhadap kehamilan di luar rahim,” jelas Prof dr Biran Affandi ahli perencanaan keluarga berencana dan kesehatan reproduksi, dalam jumpa pers di Jakarta. (Media Indonesia, 4/1/05)

Bayi Kembar Siam Lahir Kritis

Bayi kembar siam dempet dada hingga perut (trorax abdominal phanus) lahir di Rumah Sakit Sanglah, Denpasar. Kondisi bayi ini masih kritis karena salah satunya mengalami kematian otak (brain damage). Secara kardiovaskuler ia masih hidup. Itu dimungkinkan karena bayi mendapat suplai dari saudaranya. “Karena itulah kami belum bisa mengatakan bayi pertama meninggal. Karena secara biologis belum menunjukan tanda-tanda meninggal. Tapi dari pemeriksaan dan evaluasi, ia sudah mengalami kematian pada otaknya,” ujar staf pelayanan medik di Rumah Sakit Sanglah dr Ken Wirasandhi di Bali. (Sinar Harapan, 19/1/06)

Kembar Siam “Phygopagus” Berhasil Dipisahkan

Sikembar Muthi dan Maiza Fauziah Prameswari, setelah berhasil dipisahkan, kondisi kedua bayi semakin membaik. Di hari ketiga pasca operasi, Muthi dan Maisa telah bisa minum. Dokter memperkirakan, bila kondisi itu terus membaik, mereka bisa diperlakukan seperti bayi normal. Namun, orang tua bayi mengeluh soal dana operasi. “Begitu mendengar bahwa dana yang diperlukan untuk memisahkan bayi kami mencapai Rp 3 miliar, saya langsung tahu bahwa kami tidak akan mampu,” kata Aam Muharram, ayah bayi di sela-sela syukuran keberhasilan operasi di Rumah Sakit Pondok indah, Jakarta. (Suara Pembaruan, 4/2/06)

Kretin Akibat Kekurangan Yodium

Magelang-Banyak bayi lahir menjadi kretin (kerdil) dan yang dewasa mengidap gondok. Pada anak kretin, terlihat indeks IQ-nya bisa dipastikan di bawah 50 dari nilai indeks normal 100. Anak kretin, cirinya akan terlihat pada wajah mereka, umumnya kelopak matanya akan menjadi kubil, hidung peset, dan bibir tebal. Anak-anak kretin juga terbelakang mental dan sulit berbicara. Sementara, pada ibu yang mengidap gondok, bisa dipastikan anak yang dilahirkan pun akan kretin. Maka dapat dipastikan kretin karena kurangnya yodium. “Kandungan yodium dalam tanah dan air yang ada di Kabupaten Magelang ini nol. Dengan topografi seperti mangkok karena dikelilingi dengan pengunungan, membuat mineral cepat larut ke dataran yang lebih rendah,” ujar Rudy AN, Seksi Gizi di Bidang Kesehatan Keluarga, di Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang. (Kompas, 10/2/06)

JeNis-jEniS kECaCaTAn pd BaYi

Kecacatan bayi dilabelkan sebagai keabnormalan yang mungkin dikesan semasa di dalam kandungan lagi, mahupun semasa kelahiran.

Kebanyakan kecacatan yang melibatkan mana-mana organ janin berlaku semasa tumbesaran berada di peringkat tiga bulan.

Ada yang membawa kepada kematian semasa masih dalam kandungan. Ada yang dilahirkan memerlukan kaedah perawatan perubatan termasuk pembedahan untuk membaik pulih keabnormalan tersebut.

Dengan perawatan khusus, ada bayi yang membesar normal manakala selebihnya perlu menjalani ujian lanjutan seperti keabnormalan jantung dan kecacatan pendengaran.

Di Hospital Universiti Sains Malaysia, Jabatan Perbidanan dengan kerjasama Jabatan Otorinolaringologi memeriksa setiap pendengaran bayi yang dilahirkan, supaya kecacatan bayi dapat dikesan sebelum terlambat, jika ada.

Jenis-jenis keabnormalan atau kecacatan

- Kecacatan fizikal atau struktur

Melibatkan kehilangan sebahagian daripada bahagian badan ataupun kelainan struktur luaran contohnya kecacatan jantung ataupun kecacatan kaki seperti Clubfoot. Lain-lain yang lazim termasuklah kecacatan tiub neural, spina bifida dan anensefali.

- Genetik atau kecacatan kekeluargaan

Berpunca daripada kesilapan gen yang diwarisi, mungkin juga disebabkan oleh kesilapan, kehilangan dan pertambahan bilangan kromosom atau gabungan pelbagai faktor.

- Pendedahan terhadap infeksi dan agen-agen bahan kimia berbahaya

Ubat-ubatan yang diambil mungkin akan mempengaruhi tumbesaran dan seterusnya menyebabkan kecacatan. Minuman beralkohol boleh memudaratkan. Pendedahan terhadap raksa, plumbum dan radiasi turut memberikan kesan negatif terhadap janin.

Keganjilan kromosom berlaku semasa peringkat persenyawaan di antara telur dan sperma. Makin berusia seseorang itu, makin tinggi kebarangkalian untuk mendapat keganjilan kromosom. Sindrom Down merupakan salah satu contoh.

Penglibatan kepelbagaian faktor terhasil dari interaksi di antara gen ibu bapa serta persekitaran yang membabitkan tumbesaran janin. Penyebabnya samar. Contoh keabnormalan adalah kecacatan dinding abdomen bayi, pembentukan lelangit dan bibir yang cacat serta Clubfoot.

- Langkah-langkah pencegahan

Ramai ibu hanya bersedia untuk melahirkan bayi mereka namun tidak ramai yang menyediakan diri mereka sebelum mengandung. Peringkat persediaan sebelum mengandung inilah yang kritikal untuk tumbesaran seterusnya mungkin dapat menghindarkan keabnormalan.

Kesihatan diri perlu diutamakan. Jumpalah doktor untuk pertanyaan yang melibatkan apa-apa yang berkaitan seperti pendedahan terhadap bahan kimia serta persekitaran tempat kerja. Ubat-ubatan yang lazim digunakan mungkin berbahaya untuk janin yang dikandung.

Penyakit-penyakit seperti kencing manis, darah tinggi, tiroid, sawan dan sebagainya perlu mendapat perhatian doktor sebelum keputusan mengandung dipersetujui suami isteri. Penyakit-penyakit ini seandainya tidak dioptimumkan perawatannya boleh disabitkan dengan kecacatan bayi.

- Asid folik

Mengambil suplemen atau makanan yang mengandungi asid folik sebelum mengandung dan seterusnya semasa peringkat awal usia kehamilan, boleh membantu mencegah keabnormalan tiub neural.

Zat ini diperlukan untuk tumbesaran tiub neural secara normal, lazimnya keperluan ini intim sebelum sempat si ibu tahu yang beliau mengandung. Lebih awal ibu-ibu datang ke klinik pemeriksaan mengandung, lagi berkesan penjagaan kesihatannya.

Harus diingat bahawa risiko janin yang dikandung meningkat sekiranya ibu-ibu pernah melahirkan anak yang cacat. Jadi asid folik perlu diambil dengan dos yang lebih tinggi.

Pengambilan lain-lain jenis vitamin perlu diberikan perhatian kerana pelbagai jenis vitamin dengan berlebihan dos boleh memudaratkan bukan sahaja diri sendiri tetapi juga kandungan.

Vitamin A berlebihan misalnya, boleh memudaratkan. Semasa mengandung ia tidak boleh diambil melebihi 5,000 unit antarabangsa.

- Alkohol dan ubat-ubatan lain

Tiada jumlah selamat banyak mana alkohol boleh diminum semasa mengandung. Sebaik-baiknya ia dihindarkan sama sekali kerana ia boleh menyebabkan kecacatan mental, kecacatan jantung, anggota badan dan sendi.

Banyak ubat-ubatan memberikan kesan pada janin dan tidak banyak kajian dibuat terhadap ubat-ubatan di pasaran terhadap janin yang dikandung. Ibu-ibu mestilah memberitahu doktor, doktor gigi dan ahli farmasi jika anda rasa anda mengandung, sekalipun ubat-ubatan tersebut menjadi satu kebiasaan bagi mereka yang tidak mengandung.

- Infeksi

Infeksi viral yang lazim dihidapi oleh bayi yang baru dilahirkan adalah sitomegalovirus. Kebanyakan kes tidak memudaratkan tetapi bagi kes-kes serius, kecacatannya berbentuk terencat akal, pekak dan hilang penglihatan.

Risiko pada bayi meningkat sekiranya si ibu mendapat penyakit viral kali pertama ketika mengandung. Ujian makmal boleh menentukan sama ada si ibu pernah terdedah pada infeksi.

Kaedah terbaik menghindari infeksi ini ialah dengan mencuci tangan, terutamanya jika ada menyentuh individu yang telah dijangkiti oleh virus ini.

Penyakit tularan seksual juga boleh mengancam janin. Infeksi herpes dan sifilis boleh mendatangkan kebutaan dan kematian.

Klinik ibu mengandung akan menjalankan ujian saringan sifilis, hepatitis dan HIV untuk semua ibu mengandung. Sekiranya status anda tidak diketahui, eloklah berbincang dengan klinik di tempat pemeriksaan mengandung masing-masing.

- Faktor-faktor lain

banyak ikan di laut yang terdedah pada paras raksa yang tinggi seperti ikan yu dan perlu dielakkan. Pakar pemakanan di hospital boleh memberitahu dengan lanjut jenis-jenis ikan di Malaysia yang harus dikecilkan pengambilannya. Biasanya had pengambilan dibenarkan sebanyak 12 aun seminggu.

Selain itu, radiasi yang tinggi dalam perawatan kanser adalah berbahaya untuk janin. Dalam ujian harian biasa, dos yang digunakan tidak tinggi. Walau bagaimanapun, ibu-ibu dinasihatkan memberitahu kakitangan bertugas sekiranya anda disyaki mengandung.

Risiko-risiko lain yang mungkin berperanan

- Berumur 35 tahun atau lebih semasa mengandung

- Mempunyai sejarah lampau kecacatan bayi ataupun sejarah keluarga terdekat

- Ibu-ibu itu sendiri mempunyai kecacatan atau keabnormalan dan khuatir akan faktor genetik kekeluargaan terhadap bayi nanti

- Menggunakan ubat-ubatan tertentu semasa peringkat awal mengandung

- Mempunyai penyakit kencing manis sebelum mengandung.

Usah risau. Banyak keabnormalan berlaku walaupun keluarga mahupun ayah dan ibu tidak langsung mempunyai sejarah kecacatan tersebut. Kaunseling dan ujian lanjutan mungkin diperlukan sekiranya sejarah kesihatan keluarga mencurigakan.

Ujian-ujian saringan

Ujian saringan dilakukan untuk mencari petanda yang janin mungkin menghidapi penyakit keturunan. Tidak ada satu ujian tunggal yang dapat mencari kesemua keabnormalan serta kecacatan janin di dalam kandungan.

Ujian yang dijalankan tidak mempunyai ketepatan jitu 100 peratus. Keabnormalan mungkin berlaku walaupun ujian saringannya normal, begitu jugalah sebaliknya. Kaunselor genetik dapat menerangkan maksud setiap ujian serta ketepatan hasil ujiannya.

- Ujian saringan pembawa

Menentukan sama ada pasangan membawa gen yang rosak yang boleh mengakibatkan penyakit-penyakit tertentu. Contoh darah ataupun air liur akan diambil, boleh dijalankan sebelum, semasa mahupun selepas mengandung.

Contoh penyakit berkaitan adalah seperti hemofilia, Huntington’s, distropi muskular duchenne dan lain-lain.

Terserah kepada ibu-ibu sama ada bersetuju untuk disaring atau tidak. Seandainya ujian mendapati anda adalah seorang pembawa genetik, selanjutnya suami pula akan diperiksa. Kalau kedua-duanya pembawa, kaunselor genetik akan berbincang lebih lanjut dengan pasangan tersebut untuk menerangkan risiko yang mungkin dihadapi janin.

- Ujian ultrasound

Ultrasound boleh dijalankan pada bila-bila masa semasa mengandung. Perlu diingatkan bahawa saringan ultrasound ini bergantung pada tempoh latihan seseorang doktor, jenis kepakaran dan juga kecanggihan teknologi mesin itu sendiri.

Ultrasound boleh menampakkan struktur dan organ-organ janin, umur janin, seandainya bilangan janin melebihi daripada satu, tumbesaran janin, kedudukan plasenta dan denyut jantung janin.

Jika ujian ultrasound menampakkan sesuatu yang luar dari kebiasaan, ujian ultrasound lanjutan secara spesifik akan dirujuk. Di hospital USM, ultrasound teknologi terkini 4D digunakan.

- Ujian darah si ibu

Ujian saringan darah ibu dijalankan untuk menentukan secara am sama ada janin puan berisiko terhadap penyakit seperti kecacatan tiub neural, kecacatan dinding abdomen, sindrom Down ataupun trisomi 18. Jika ibu-ibu sudah pun berisiko dengan seorang bayi berpenyakit tadi, ujian lebih khusus akan dijalankan.

- Ujian saringan trimester pertama

Ujian ini dilakukan semasa kandungan berusia di antara 10 hingga 14 minggu. Biasanya, kombinasi ujian ultrasound saringan nuchal translucency dan ujian darah dilakukan untuk mengandaikan sindrom Down, trisomi 18 dan kecacatan jantung.

a) Pemeriksaan terperinci ultrasound. Ekokardiogram janin juga dijalankan untuk melihat jantung janin

b) Pensampelan vilus korionik (CVS) – ujian ini mengambil contoh tisu pada plasenta iaitu pada vilus yang mempunyai urutan genetik yang sama dengan janin.

c) Amniocentesis – sel-sel janin daripada cecair amniotik dikaji untuk menentukan keabnormalan genetik kekeluargaan dan juga kromosom. Ujian alfafetoprotein juga dapat menentukan sama ada janin mempunyai kecacatan tiub neural.

d) Pensampelan darah janin – juga dikenali sebagai kordosintisis di mana darah ujian ini diambil dari vena tali pusat. Lazim dibuat apabila keputusan ultrasound, CVS atau amniosentesis tidak meyakinkan.

« Older entries

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.